•  

    Gigi Berlubang, Tambal atau Cabut?

     

    Menyikat gigi adalah kebiasaan baik bagi semua orang. Umumnya, kita sudah diajarkan menyikat gigi pagi dan malam sejak kecil. Namun, belum banyak orang yang tahu cara menyikat gigi dengan benar. Akibatnya, sisa-sisa makanan menjadi tempat berkumpulnya kuman si penyebab gigi berlubang. Lubang yang tadinya kecil jika tidak segera ditangani semakin lama akan membesar dan membuat pemilik gigi tidak nyaman. Lubang pada gigi juga dapat menimbulkan bau mulut yang tidak sedap. Maka, kita harus rajin memeriksakan gigi ke dokter gigi setiap enam bulan sekali untuk merawat keutuhan gigi kita.

    Jika sudah terlanjur berlubang, maka kita harus segera menambalnya. Lubang pada gigi yang masih bisa ditambal akan segera disarankan untuk ditambal. Kita cukup datang ke dokter gigi, konsultasi, kemudian dokter akan memberikan pilihan jenis-jenis tambalan yang bisa digunakan beserta informasi harganya, lalu gigi bisa langsung ditambal. Beberapa material untuk menambal gigi antara lain adalah amalgam, resin, emas, dan porselen. Pasien dapat memilih sesuai anjuran dokter dan ketersediaan finansial. Namun pada kasus-kasus tertentu tambal gigi berlubang tidak berlaku sebab bagian-bagian gigi sudah terlampau banyak yang hilang. Di saat inilah biasanya dokter menyarankan untuk mencabut gigi.

    Prosedur tambal gigi berlubang terdiri dari beberapa langkah. Mulai dari anestesi lokal, kemudian peluruhan gigi untuk menghilangkan pembusukan dan membentuk ruang untuk memasukkan material penambal. Setelah itu dilakukan pengencangan gigi dengan gel asam dan diberi resin agar gigi kuat, baru kemudian gigi ditambal dengan material yang sudah dipilih atau dianjurkan oleh dokter. Setelah penambalan selesai, gigi akan dipoles.

    Pada kasus gigi yang sudah rontok atau tidak tertolong dengan penambalan, biasanya dokter akan menyarankan pencabutan dengan syarat pasien tidak sedang hipertensi dan gigi tidak mengalami abses. Pencabutan gigi pada penderita hipertensi yang sedang dalam pengobatan mengandung risiko pendarahan hebat. Untuk gigi yang terinfeksi dan mengalami abses, dikhawatirkan infeksinya akan menyebar. Untuk itu, dapat ditangani dengan antibiotik terlebih dahulu sebelum gigi dicabut.

    Setelah melakukan tambal gigi berlubang, pasien juga harus merawatnya. Tidak dianjurkan untuk memakan makanan yang keras, harus dipotong-potong terlebih dahulu agar gigi tidak bekerja keras dan tambalan awet menempel pada gigi. Biasanya satu jam setelah pemasangan tambal gigi, pasien disarankan untuk berpuasa dahulu agar tambalan yang melekat pada gigi berlubang menempel dengan baik.

    Pasien yang giginya dicabut memiliki dua pilihan, dibiarkan begitu saja atau diganti dengan gigi palsu yang tentunya merogoh kocek lebih dalam untuk melakukannya.

    Maka rawatlah gigi anda sebelum rusak. Jangan lupa sikat gigi dua kali sehari dengan gerakan atas-bawah bukan kanan-kiri dan dianjurkan menggunakan dental floss (benang gigi) agar sela-sela gigi pun bersih.

Comments

  • (no comments)

Free Website Created & Hosted by Website.com Website Builder

Create Yours

Create Free Website Now

500+ Website Templates. Free Domain.
Create your website like mine with website.com website builder. Start My Website